MENUJU SANITASI BERBASIS MAYARAKAT

Dari dulu sampai sekarang urusan tinja manusia seakan tidak pernah habis dipermasalahkan, masalah ini  masuk dalam rangkaian intervensi dalam sanitasi, yang pelaksanaannya dibedakan menjadi 3 macam; yakni sanitasi yang dikelola oleh pemerintah, dikelola masyarakat dan dikelola bersama oleh masyarakat dan pemerintah.

Sanitasi di Indonesia dilakukan pada dua tataran pendekatan besar, yakni yang dikelola pemerintah (institusional based) dan dikelola bersama oleh masyarakat dan pemerintah (community based).

Tercatat dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional, baru 55% penduduk Indonesia yang punya akses sanitasi. Dari angka tersebut, Indonesia menargetkan mengakses 72.5% penduduk pada 2015. Untuk itu, dibutuhkan biaya sekitar 50 triliun rupiah untuk mencapai target akses sanitasi Indonesia.

Ditambahan dengan pola pemerintahan yang mendukung otonomi daerah, maka tantangan pun semakin besar mengingat saat ini alokasi dana mendukung sektor sanitasi bisa dibilang sangat terbatas. Saat ini intervensi anggaran yang hanya 4% dialokasikan pemerintah hanya untuk IPAL dan TPAL.

Sebenarnya ada beberapa hal strategis yag bisa dilakukan untuk menginisiasi sanitasi berbasis masyarakat dengan membuat beberapa sasaran strategis sebagai berikut.

 

Sasaran kampanye sanitasi :

  • Mendorong media menyiarkan isu sanitasi berbasis masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga kualitas air untuk meningkatkan kesehatan masyarakat (lewat penurunan angka kejadian diare).
  • Meningkatnya pemahaman target audience tentang hubungan antara kualitas air dan kesehatasasarani  :

 

Sasaran Komunikasi :

  • Jurnalis lokal dan nasional;
  • Media lokal;
  • Pembuat kebijakan;
  • Pria dan wanita, di atas 15 tahun, semua tingkatan pendidikan di wilayah-wilayah yang rawan banjir.
  • Masyarakat yang lebih luas.

 

Strategi :

  1. Menyasar media dan kelompok jurnalis yang berkomitmen menyediakan ruang bagi isu air dan kesehatan  untuk menumbuhkan penulisan artikel yang mendalam tentang isu sanitasi.
  2. Meningkatkan kapasitas komunikasi lokal dan memobilisasi partner sebagai pemeran utama dalam advokasi isu air dan kesehatan.
  3. Melanjutkan upaya pengembangan pemahaman isu secara mendalam lewat diskusi dan kunjungan media terkait isu sanitasi bagi jurnalis lokal dan nasional.
  4. Bersama pemerintah daerah melakukan upaya advokasi bagi seluruh sektor-sektor terkait untuk meningkatkan pemahaman terhadap inisiatif yang dilakukan dan dukungan terhadap sanitasi berbasis masyarakat. Sektor tersebut antara lain : LSM, dinas terkait, tokoh masyarakat, akademisi.

Semoga harapan kita bersama akan lingkungan yang bersih dan sehat di masyarakat dapat tercapai demi kehidupan yang lebih baik bagi masa depan anak – anak kita. Amin

Tentang pedulihakanak

PENUHI HAK - HAK ANAK!! ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!
Pos ini dipublikasikan di artikel dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s