MENGEMBANGKAN KELOMPOK ANAK (Bagian I)

Oleh : R. Nasrus Syukroni (CTA Plan Indonesia)

Selama ini di 38 desa dampingan Plan telah bekerja selama hampir 4 tahun. Sebagai lembaga yang berfokus kepada pengembangan anak, inisiasi pembentukan kelompok anak telah dimulai dari level terbawah yaitu level dusun. Sesuai hasil CDP bahwa anak – anak di desa dampingan Plan masih kurang media untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka dan partisipasi anak dalam pembangunan terutama pembangunan yang berdampak terhadap mereka, anak jarang dilibatkan. Beberapa intervensi program telah dilakukan untuk mengadress isu ini seperti even anak, pembentukan sanggar anak dan forum anak desa serta melakukan konsultasi anak dari level desa sampai kabupaten. Beberapa dukungan untuk kelompok anak di level dusun juga telah dilakukan seperti bantuan alat musik dan alat olahraga. Tahun ini Plan Soe bersama anak dan masyarakat akan mencoba suatu pendampingan yang intens terhadap kelompok anak, yang bertujuan untuk menjamin eksistensi dan keberlanjutan dari forum anak desa yang telah adadi masing – masing desa yang pada akhirnya timbul suatu kesadaran kritis terhadap anak mengenai isu yang berdampak pada mereka dan meningkatnya partisipasi anak dalam pembangunan.

Definisi dari Kelompok Anak

1. Anak adalah manusia yang berusia di bawah 18 tahun. Jadi sudah jelas kelompok anak harus memenuhi persyaratan usia tersebut.

2. Kelompok anak adalah sejumlah anak yang berkumpul berdasakan minat yang spesifik. Mereka bisa dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia area atau lokasi, hobi, keterampilan dalam aspek tertentu, minat, dalam atau luar sekolah, agama tertentu. Kunci utama pembentukan kelompok anak dalah karena mereka memiliki kesamaaan.

Alasan mendirikan kelompok anak

Dalam rangka mendukung pernyataan di atas bahwa anak bisa dijadikan ke dalam suatu kelompok karena mereka memiliki kesamaan, kepentingan, minat dan hal spesifik lainnya yang perlu di raih. Tanpa alasan tersebut, sebuah kelompok tidak lagi bisa disebut suatu kelompok sejak kelompok tersebut kehiangan tujuan kemana akan melangkah.

 Menentukan Stake Holder (Kelompok Anak)

Bila kita melihat kembali definisi dari anak, maka definisi tersebut bisa mencakup area yang terlalu luas untuk dikenali, oleh karena itu kita perlu melihat kelompok anak berdasarkan kriteria di bawah ini sehingga kelompok anak bisa lebih efektif dalam mencapai tujuannya, visi dan misi kelompoka anak. Kelompok anak dapat dikategorikan sebagai berikut :

 1. Berdasarkan jenis kelamin : anak laki – laki dan anak perempuan.

2. Berdasarkan usia : 0-5 tahun, 6 – 10 tahun, pubertas awal 11 – 14 tahun, 15 – 18 tahun.

3. Berdasarkan pendaftaran di sekolah : playgroup,TK, SD, SMP, atau SMA atau pendidikan non formal seperti kursus atau latihan keterampilan tertentu

 4. Berdasarkan agama tertentu : remaja masjid, remaja gereja dan lainnya. 5. Berdasarkan hobi atau kegemaran : kelompok tari, grup vokal dan lainnya.

6. Berdasarkan tingkatan struktural : dusun, desa, kecamatan

 7. Berdasarkan area : anak perkotaan, anak pedesaan dan lainnya.

8. Berdasarakan isu yang dihadapi anak : perdagangan anak, pekerja anak dan lainnya.

9. Berdasarkan spesifikasi lainnya yang melambangkan spesifikasi tertentu. Identifikasi stakeholder ini dapat membantu kelompok anak untuk meraih tujuan strategis kelompok anak berdasrkan minat, kegemaran dan hak yang coba mereka promosikan.

 Level Partisipasi Anak dalam kelompok anak

Level I

 • Bermain, bernyanyi, menggambar, bercerita, kelompok belajar, membaca puisi dan lainnya.

• Kelompok ini adalah kelompok yang dibimbing oleh seorang tutor atau mentor. Anak – anak di ajar untuk tampil, beraksi dan bertindak berdasarkan kapasitas dasar mereka.

• Kelompok ini juga bertujuan untuk pengembangan minat dan bakat. Aktivitas program yang bisa diinterfensi pada level ini :

• Pelatihan olah raga dan aktivitas kesenian yang bertujuan meningkatkan kemampuan mereka terhadap suatu keterampilan tertentu dan mengembangkan bakat mereka.

• Melibatkan anak dalam mengekspresikan bakat dan potensi mereka. • Sosialisasi Hak Anak

Level II

 Anak di arahkan melalui media yang tepat untuk mengekspresikan diri mereka.

Aktivitas program yang bisa diinterfensi pada level ini :

• Pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik anak untuk menganalisis isu yang berdampak pada kehidupan mereka (5W +1H). • Pelatihan komunikasi yang lebih ditekankan pada keterampilan bagaiana mereka mengekspresikan ide mereka dari sudut pandang budaya, nilai dan norma – norma. • Pelatihan kepemimpinan.

• Pengembangan media (majalah, buletin, radio )

• Kampanye hak anak

• Memfasilitasi grup untuk menentukan peranan dan tanggung jawab, menentukan visi dan misi kelompok anak dan struktur kepengurusan termasuk menentukan keuntungan atau benefit dan hak yang diterima oleh anggota kelompok anak.

Level III

• Kelompok anak telah dikenali dan diakui di level masyarakat, baik itu level desa, kecamatan dan kabupaten dan memiliki perwakilan di tiap level tersebut.

• Perwakilan kelompok anak dapat menyuarakan kepentingan dan pandangan mereka pada tiap level tersebut.

Aktivitas program yang bisa diinterfensi pada level ini :

• Membangun jejaring dengan actor pengembangan lainnya dalam aktifitas yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak (contohnya LPA di level kabupaten dan level propinsi, mempersiapkan hubungan dengan kelompok remaja ketika anak memasuki usia 18 tahun seperti KONI, Pemuda Muhamadiyah dan lainnya

• Kampanye hak anak

• Konsultasi anak dengan organisasi lain yang masih berhubungan dengan anak Pelatihan kelompok anak untuk memanage program atau proyek berdasarkan inisiatif mereka, contohnya : pelatihan keterampilan yang di inisiasi oleh anak, mereka menyarankan sumber daya pelatih yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan lainnya.

Tujuan dari Pengembangan Kelompok Anak adalah :

• Pendampingan yang intens terhadap Kelompok Anak sehingga memiliki aktivitas rutin sesuai dengan potensi, minat dan bakat mereka.

• Meningkatkan kapasitas dan partisipasi Kelompok Anak melalui berbagai aktivitas seperti konsultasi anak sehingga terbangunnya kesadaran kritis anak untuk mengadress isu yang berdampak mereka.

• Kelompok Anak dapat mempromosikan hak mereka yang belum terpenuhi.

Tentang pedulihakanak

PENUHI HAK - HAK ANAK!! ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!
Pos ini dipublikasikan di artikel dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke MENGEMBANGKAN KELOMPOK ANAK (Bagian I)

  1. bocahbancar berkata:

    Wah benar benar..

    Saya mendapatkan ilmu di sini..

    Semoga bermanfaat..

    Salam Bocahbancar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s