A COUNTRY FOR CHILDREN

Oleh : M. Nasrul (OSBR Plan Indonesia)

Isu anak dengan segala kompleksitas masalahnya telah menjadi concern semua orang dibelahan bumi. Bahwa anak, khususnya anak-anak di negara-negar berkembang dalam banyak segi kehidupan mereka jauh dari pemenuhan hak-hak mereka secara optimal. Negara (pemerintah) seharusnya bisa menjamin kehidupan anak-anak yang baik. Negara mesti menjadi tempat yang  nyaman agar mereka bisa tumbuh kembang secara sehat, bertumbuh kembang secara sehat, hak untuk hidup, hak untuk mendapat perlindungan, hak untuk berpartisipasi dan mengeluarkan pendapat

Di negeri bernama Indonesia, impian itu sulit diwujudkan. Dengan beban jumlah penduduk yang tumpah ruah, Indonesia menjadi sebuah negeri yang kelimpungan mengurus penghuninya. Anak-anak sebagai “investasi” masa depan bangsa tak luput dari berbagai kondisi kehidupan yang tidak semestinya. Di berbagai kota besar akan sangat mudah menjumpai anak-anak jalanan dan pekerja anak. Di pelosok-pedalaman negeri ini, banyak anak merana tak punya akses pelayanan publik. Sekolah dasar tiada, pusat kesehatan nun jauh dan sering ditinggal pergi petugas, air bersih susah. Kehidupan anak-anak menjadi jauh dibawah standard. Pelayanan hak dasar mereka, bersekolah, tumbuh dengan sehat, nyaman dalam komunitas mereka, penghargaan terhadap pendapat mereka sama sekali mentok.

Sampai pada titik ini, muncul pertanyaan renungan, dimana posisi negara??? Bukankah negara wajib menjamin warganya tua, muda, anak-anak, laki-laki, perempuan semuanya agar bisa hidup nyaman sejahtra?   Sulit untuk mengadu kepada siapa pertanyaan ini mendapat jawaban.

Dalam menyelesaikan berbagai persoalan menyangkut kehidupan warganya, posisi negara kadang “terapung” dipermukaan, jauh dari dasar masalah yang mesti di selesaikan. Begitupun dalam mengurus permasalahan anak. Kita semua sangat mengharapkan peran praksis negara untuk mengurangi jumlah anak yang  hidup dijalan, agar sekolah dasar tersebar disemua pelosok, agar anak-anak bebas dari pekerjaan apapun yang merugikan perkembangan jiwa raga mereka, agar anak-anak Indonesia tidak lagi didera diare, busung lapar, malaria dan lain sebagainya. Benar bahwa negara sudah menunjukan eksistensinya lewat regulasi yang mengatur kehidupan anak-anak. Pertanyaanya, seberapa signifikankah regulasi yang telah dibuat bagi perbaikan kondisi kehidupan anak-anak Indonesia? Kalau regulasinya bermanfaat tepat guna, kenapa  masih ada anak dipaksa menikahi orang dewasa? Kenapa banyak anak di culik sana-sisni? Kenapa sejumlah besar anak menenteng koran, asongan, hilir mudik di terminal?

Jika banyak pertanyaan muncul demikian, artinya peran negara tercinta kita Indonesia untuk membuat anak Indonesia ceria masih jauh dari harapan. Negara semestinya lebih pay attention, bahwa mengurus anak tidak cukup dengan barisan peraturan, tetapi bagaimana membuat mereka merasa nyaman untuk hidup sebagai anak-anak di negeri bernama Indonesia.

Tentang pedulihakanak

PENUHI HAK - HAK ANAK!! ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!
Pos ini dipublikasikan di artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s