GAMES BERSAMA KELOMPOK ANAK

1. Game perkenalan

 

1.1.       ”Saya”

Tujuan                                 : pada akhir permainan peserta belajar dapat saling mengenal antar anggota kelompok

Jumlah peserta maximum       : 10 – 30 peserta

Lama waktu                          : 15 – 20 menit

Peralatan                              : Kertas kosong, spidol, isolatip

 

Langkah-langkah:

  1. Berikan satu kertas kosong pada setiap peserta beserta spidol dan minta mereka untuk menulis nama mereka di bagian atas kertas dan menyelesaikan kalimat ” Saya …….” menggunakan enam kata akhir yang berbeda.Misalnya: saya tampan, kepala desa, lapar dan seterusnya
  2. Minta peserta untuk menempelkan kertas yang telah diisi di dada mereka dengan menggunakan isolasi dan kemudian berjalan disekitar ruangan  dan membaca kalimat antar peserta -
  3. Sarankan bahwa setiap peserta belajar minimal 30 detik berbicara satu dengan yang lainnya
  4. Ketika latihan telah selesai, Kertas ”Saya” dapat ditempelkan di dinding sebagai galery kelompok. Jika kamu memiliki photo peserta dengan atau tanpa kertas ”saya” di dada dapat juga ditempelkan.


 

1.2.       ”Perkenalan tanpa kata”

Tujuan                                 : Peserta belajar dapat mendemonstrasikan bahwa komunikasi antar orang dapat dilakukan secara efektif tanpa menggunkan kata

Jumlah peserta maximum       : 10 – 30 peserta

Lama waktu                          : 30 menit

Peralatan                              : Kertas plano, spidol, isolatip

 

Kapan digunakan?: bagus digunakan pada saat memulai kegiatan kelompok

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta belajar menjadi berpasang-pasangan
  2. Katakan bahwa tujuan dari latihan ini adalah untuk memperkenalkan sesuatu benda atau situasi pada pasangan, tetapi memperkenalkan benda atau situasi tersebut tanpa menggunakan kata-kata. Peserta dapat menggunakan gambar, gerakan tubuh, simbol, sinyal, tanpa menggunakan suara dan kata-kata. Jika dibutuhkan mereka dapat memberikan petunjuk seperti menunjuk cincin kawin untuk mengindikasikan perkawinan, lari di tempat untuk mengindikasikan joging dan lain-lain.
  3. Beri kesempatan pada setiap orang untuk ”memperkenalkan tanpa kata” pada partnernya selama 3 menit. Kemudian partner menebak apa yang diperkenalkan oleh rekannya tersebut.
  4. Kemudian minta setiap orang untuk mengatakan apa sebenarnya yang ingin mereka perkenalkan pada pasangannya.

 

Pertanyaan pada seluruh peserta belajar:

Setelah semua langkah selesai, peserta belajar kembali ke pleno dan dapat ditanya:

  • Sejauh mana kamu tepat menggambarkan apa yang kamu maksud?
  • Seberapa jauh kamu dapat menebak secara tepat membaca petunjuk teman kamu ?

 

 

 

 

 

1.3.       ”Dua Huruf Sama”

Tujuan: Belajar mengingat nama peserta lain

Jumlah peserta maximum: 25 peserta

Lama waktu: 30 menit

Langkah-langkah:

 

1.   Minta peserta untuk duduk dalam lingkaran

 

2.     Minta peserta untuk berpikir satu kata sifat yang dimulai dengan huruf yang sama dengan huruf pertama nama panggilannya dan menjadi kata pertama namanya. Misalnya: ”Tampan Toni” atau ”Lembut Lani”.

 

3.     Minta mereka  untuk merahasiakan kata sifat namanya yang dia pilih hingga gilirannya memperkenalkan diri pada kelompok.

 

4.     Perkenalkan dirimu sendiri dengan ”dua huruf sama  - kata sifat dan nama” dan kemudian minta orang yang disebelah kananmu untuk memperkenalkan sifat dan namanya. Kemudian orang di sebelah kananmu memperkenalkan ”dua huruf sama kamu (nama kamu dan kata sifat yang mendahului ). Dan kemudian orang disebelah kananmu meminta orang disebelah kanannya melakukan hal yang sama memperkenalkan dirinya, dan orang disebelumnya dan seterusnya.

 

5.     Proses terus berlanjut hingga orang terakhir di lingkaran memperkenalkan dirinya dan seluruh orang dilingkaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.4.       ”Menulis Nama”

Tujuan: Memfasilitasi perkenalan dan mengkreasi suasana persahabatan antar peserta

Waktu: 10 – 20 menit

Jumlah peserta maximum: 20 – 25 peserta

Peralatan: Potongan kartoon, Isolatip, Spidol

Langkah-langkah bermain game:

  1. Minta setiap peserta menuliskan namanya di kartu nama atau potongan kartoon. Lengketkan kartu nama tersebut di baju yang dapat terlihat peserta lain. Minta peserta membentuk lingkaran.
  2. Beri mereka waktu yang cukup untuk mengingat nama peserta lain di lingkaran.
  3. Ketika waktu yang diberikan sudah berakhir, minta peserta untuk melepaskan kartu namanya, dan putarkan seluruh kartu nama searah jarum jam di lingkaran.
  4. Peserta memegang kartu nama peserta lain. Beri mereka waktu 10 detik untuk menemukan orang yang sesuai dengan kartu nama.
  5. Setelah 10 detik selesai, peserta yang masih memegang kartu nama orang lain dihukum ke tengah lingkaran. Minta mereka untuk menemukan pemilik kartu nama. Kali ini peserta yang dihukum dibantu oleh peserta lain.
  6. Ulangi langkah 3 – 5 hingga semua peserta saling kenal satu dengan yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Game Motivasi dan Pemanasan

 

2.1.       ”Mengendarai Mobil”

Tujuan:

-         Meningkatkan kepercayaan antara peserta pelatihan

-         Menghidupkan suasana positif kelompok

Waktu: 5 menit

Jumlah peserta : 10 – 50

Peralatan: tidak ada

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta untuk berpasangan
  2. Setiap pasangan satu orang berdiri didepan dan satu orang berdiri dibelakang. Yang di depan harus ditutup matanya dan seolah-olah menjadi sebuah mobil.
  3. Orang yang dibelakang matanya tetap terbuka dan menjadi supir mobil.
  4. Supir memberikan petunjuk pada mobil harus ke arah mana tanpa suara. Sopir hanya boleh menepuk bahu dari orang di depan untuk menunjukkan arah mobil berjalan. Bila sopir menepuk bahu sebelah kiri orang di depan, maka mobil berbelok ke kiri, bila sopir menepuk bahu kanan orang di depan maka mobil berbelok ke kanan. Tepukan sopir pada tengah-tengah punggung berarti mobil harus berjalan lurus. Bertambah cepat tepukan sopir maka mobil harus berjalan lebih cepat. Bila tangan sopir memegang punggung orang di depan dengan erat berarti mobil harus berhenti.
  5. Setelah beberapa menit, tukar peranan antara sopir dengan mobil. Sopir harus mengendarai mobil tidak boleh bertabrakan dengan mobil lain atau menabrak tembok.

 

 

 

 

 


2.2. ”Sungai Kehidupan”

Tujuan                                 : Peserta belajar dapat membangun pertemanan dan mendorong keterbukaan dan kepercayaan dalam kelompok

Jumlah peserta maximum       : 10 – 30 peserta

Lama waktu                          : 45 – 60 menit

Peralatan                              : Kertas plano, spidol, isolatip

 

Kapan digunakan?: bagus digunakan pada saat workshop dimana dibutuhkan kerjasama kelompok yang lebih dalam

 

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta belajar untuk berpasangan
  2. Minta mereka untuk mendiskusikan periode kehidupan mereka yang menyenangkan dan yang sulit. Ijinkan sekitar 10 menit setiap orang untuk berdiskusi dan berbicara
  3. Minta peserta untuk menggambarkan informasi yang diberikan oleh pasangannya di sebuah ”sungai kehidupan”.
  4. Peserta kemudian mempresentasikan dan menjelaskan kehidupan pasangannya pada semua peserta belajar

 


 

2.3.       ”Bergerak dan Berhenti”

Tujuan: Meningkatkan konsentrasi dan partisipasi kelompok

Waktu: 5 – 10 menit

Jumlah peserta: 15 – 40 orang

Peralatan: kartu/potongan karton, musik (pilihan)

Langkah-langkah:

  1. Game ini akan berjalan dengan baik bila dengan musik atau dengan perintah ”bergerak” dan ”berhenti”
  2. Tempatkan potongan kartu di atas lantai di mana antar kartu minimal berjarak 60 cm. Jumlah kartu harus kurang satu dari jumlah peserta.
  3. Saat musik mulai dimainkan atau perintah ”bergerak” diberikan, peserta menari dan bergerak sesuka hati di tengah-tengah ruang.
  4. Ketika musik dihentikan atau perintah ”berhenti” diberikan, peserta secepatnya memilih kartu dan berdiri di atas kartu. Peserta yang berdiri tanpa kartu harus keluar dari game.
  5. Facilitator mengambil satu kartu dan perintah ”bergerak” diberikan lagi.
  6. Ini dilakukan berulang-ulang hingga hanya ada dua orang  peserta yang berkompetisi.

 

 

 

 

 


 

2.4.       ”Memindahkan Cincin”

Tujuan: meningkatkan semangat peserta pelatihan melalui kompetisi permainan

Waktu: 5 – 10 menit

Jumlah peserta: 15 – 30 orang

Peralatan:

-         Satu pensil yang tidak diraut atau tongkat kecil yang kuat untuk setiap peserta

-         2 -3 cincin

 

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta untuk berbaris dalam dua baris berhadapan satu sama lain. Jumlah peserta pada setiap baris haruslah sama.
  2. Minta semua peserta untuk menempatkan pencil di mulut mereka.
  3. Orang pertama di tiap baris menempatkan cincin di pensilnya, rapatkan mulut untuk menjaga pensil dan secara cepat pindahkan cincin di pensilnya ke pensil orang ke dua dibarisnya. Memindahkan cincin tidak boleh menggunakan tangan namun harus dari pensil ke pensil.
  4. Jika cincin jatuh, maka harus diulang dari orang pertama di barisnya.
  5. Group yang menang adalah yang pertama dapat memindahkan cincin pada semua orang di barisnya.

 

 

 

 

 

 


 

2.5.       ”Kacau”

Tujuan: Untuk memotivasi kelompok dan meningkatkan konsentrasi

Waktu: 10 -15 menit

Jumlah peserta: 15 -30 orang

Peralatan: Kertas dan Pena

 

Langkah-langkah

  1. Dalam persiapan, fasilitator harus menulis berbagai macam gerakan/perilaku di kertas.
  2. Minta peserta berdiri di satu lingkaran. Berikan setiap peserta satu kertas yang sudah berisi petunjuk gerakan/perilaku yang harus dilakukan.
  3. Fasilitator kemudian menjelaskan ketika diberikan satu tanda pada peserta maka peserta harus melakukan prilaku yang tertulis dikertas. Ketika fasilitator memberikan tanda lain maka peserta harus berhenti melakukan gerakan/perilaku tersebut.
  4. Ulangi game beberapa kali dengan perilaku yang berbeda.

 

Catatan:

Contoh gerakan/prilaku yang lucu antara lain, gerakan kelinci melompat-lompat, makan rumput dan mengembik seperti lembu, mencangkul di sawah dll.

 

Variasi:

Persiapkan gerakan-gerakan yang berhubungan satu sama lain. Misalnya; satu gerakan adalah mencangkul di sawah, gerakan orang lain adalah menanam padi. Minta setiap peserta saat mereka melakukan gerakan untuk memperhatikan gerakan  orang lain yang berhubungan dengan prilaku yang dia lakukan.

 

 

 

 


 

3. Game Komunikasi

 

3.1.       ”Topeng”

Tujuan: Mengembangkan komunikasi dengan bahasa isyarat.

Waktu: 10- 15 menit

Jumlah peserta: 10 – 30 orang

Peralatan: tidak ada

 

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta membentuk lingkaran
  2. Fasilitator memulai game dengan bermimik yang tragis seperti mimik sangat sedih atau marah. Perlahan-lahan fasilitator seolah-olah mengupas topeng tragedi kesedihan atau kemarahan dari wajahnya dan perlahan-lahan tersenyum dengan mengenakan topeng wajah yang bahagia.
  3. panggil nama seseorang di lingkaran dan lemparkan ”topeng tragedy kesedihan atau kemarahan” pada orang tersebut.  
  4. Orang yang dipanggil akan melanjutkan mimik tragedy dengan mengenakan ”topeng” tragedi, melepaskan topeng tragedi dan kembali mengenakan topeng  wajah bahagia. Setelah itu mereka harus melemparkan ”topeng” pada orang lain di kelompok dan seterusnya hingga semua orang di lingkaran mengenakan wajah bahagia.
  5. Semua orang di group harus terus mengenakan topeng bahagia hingga semua orang mengenakannya.

 

Catatan:

Saat ”topeng” dilemparkan dari satu orang ke orang berikutnya, maka sebaiknya  wajah orang dilempar topeng tersebut secepatnya berubah. Bertambah meyakinkan perubahan wajah dan bervariasi topeng tragedi yang dimunculkan maka bertambah menyenangkan game dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.       ”Depan – Belakang”

Tujuan: Menjelaskan pada peserta pentingnya komunikasi tatap muka.

Waktu: 20 menit

Jumlah peserta: 10 – 20 orang

Peralatan: tidak ada

 

Langkah-langkah:

  1. Minta peserta untuk berpasangan. Setiap pasangan duduk di kursi. Satu orang dari pasangan harus duduk di belakang pasangannya.
  2. Minta orang yang di depan tidak melihat ke belakang sepanjang latihan dan orang yang duduk di belakang tidak berpindah duduk di depan orang yang di depan.
  3. Minta pasangan untuk berbicara satu sama lain selama 2 menit.
  4. Bawa kembali peserta dalam diskusi seluruh peserta untuk mendiskusikan latihan yang baru dilakukan. Facilitator bisa bertanya pada orang yang di belakang: ”bagaimana perasaanmu saat mencoba berbicara dengan temanmu?” Dan pada orang yang di depan:”Bagaimana perasaanmu dalam menjawab pembicaraan teman kamu yang di belakang?”.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

3.3.       ”Melipat Kertas”

Tujuan: Mendemonstrasikan bahwa pesan sederhana saja masih mungkin terjadi kesalapahaman.

Waktu: 5 – 10 menit

Jumlah peserta: 10 – 20 orang

Peralatan: Kertas segi empat.

 

Langkah-langkah:

  1. Pilih empat sukarelawan dari peserta, minta mereka berdiri di depan ruangan menghadap peserta lain.
  2. Berikan setiap sukarelawan satu kertas. Jelaskan ada 2 aturan pada mereka, yakni:

-         Setiap sukarelawan harus menutup mata saat melakukan latihan

-         Sukarelawan tidak boleh bertanya

  1. Minta mereka untuk melipat kertasnya setengah dan menyobek sudut bawah sebelah kanan kertas. Minta mereka untuk melipat setengah kertas kembali dan robek sudut atas sebelah kanan kertas, dan kemudian lipat setengah kertas kembali dan robek bagian bawah sudut kiri kertas.
  2. Minta mereka untuk membuka mata, membuka lipatan kertas dan  menunjukkan kertas mereka satu sama lain dan dengan peserta lainnya.
  3. Latihan ini dapat dilanjutkan dengan diskusi:

-         Kata-kata apa di dalam instruksi yang menimbulkan berbagai macam pengertian?

-         Bagaimana caranya agar petunjuk dapat lebih jelas?


3.4. Latihan  memasang tali sepatu

 

Tujuan: Mendemonstrasikan bagaimana komunikasi yang efektif

 

Waktu: 50 menit

 

Jumlah peserta: 10 – 20 orang

 

Media:

Sepatu yang bertali

Dua buah kursi

Kertas plano

Spidol

 

4.2.5. Langkah-Langkah

Langkah Persiapan:

Jelaskan bahwa peserta belajar akan memainkan game memasang tali sepatu yang bertujuan untuk memperlihatkan cara berkomunikasi yang efektif.

 

Cara bermain game:

  1. Minta peserta untuk membentuk group yang terdiri dari tiga orang. Satu orang peserta harus memiliki sepatu yang memiliki tali. Anak yang kedua harus menjadi yang memberi petunjuk memasang tali sepatu/instruktur/pemandu. Anak yang ketiga menjadi pengamat komunikasi anak pertama dan kedua
  2. Minta anak yang memakai sepatu untuk duduk saling membelakangi/beradu punggung dengan anak yang memberi petunjuk memasang tali sepatu/ instruktur/pemandu. Sementara yang mengamati duduk di samping mereka.
  3. Pemasang tali sepatu harus lebih dahulu melepaskan tali sepatu seluruhnya dari sepatu, dan kemudian mengikuti petunjuk dari si pemandu untuk memasang kembali tali sepatunya. Si pemasang tali  sepatu tidak boleh bertanya pada si pemandu. Ia harus mengikuti seluruh petunjuk si pemandu tanpa boleh bertanya. Si pemandu juga tidak boleh menggunakan gerak tubuh atau cara lain dalam memberikan petunjuk. Hanya boleh menggunakan suara.
  4. Si pengamat harus menjaga bahwa petunjuk harus dari si pemandu, tidak boleh menggunakan gerak tubuh dan tidak ada pertanyaan dari yang memasang tali sepatu
  5. Lihat hasilnya. Minta pengamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya.
  6. Minta setiap kelompok kembali mengulang game. Pemasang tali sepatu dengan pemandu masing duduk saling membelakangi, namun si pemasang  boleh bertanya pada pemandu. Langkah game sama dengan langkah sebelumnya.
  7. Kemudian lihat hasilnya. Minta pngamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya
  8. Minta setiap kelompok kembali mengulang game kembali. Pemasang tali sepatu dengan pemandu duduk saling berhadapan, si pemasang  boleh bertanya pada pemandu, dan pemandu boleh menggunakan gerak tubuh.
  9. Lihat hasilnya. Minta pengamat untuk melaporkan bagaimana game berjalan di kelompoknya
  10. Tanya anggota group lain bagaimana perasaan mereka dalam melakukan tugas. Mulai dari si pemandu.
  11. Simpulkan hasil diskusi dengan mengambil kata-kata penting yang memudahkan anak memasang tali sepatu.

 

About these ads

Tentang pedulihakanak

PENUHI HAK - HAK ANAK!! ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!
Tulisan ini dipublikasikan di artikel dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke GAMES BERSAMA KELOMPOK ANAK

  1. yudha mardhanu berkata:

    permainan sangat menarik. tapi kurang lengkap untuk anak SD. khususnya kelas kecil.

    Saran: permainan di ruangan sebaiknya menggunakan fasilitas yang ada di ruangan itu. seperti contoh tadi ada permainan menggunakan pensil. berikutnya jika ada permainan menggunakan pepan tulis atau buku saya dikasih kabar.

    terimakasih dan sukses

  2. nurudin berkata:

    zzz… cukup menarik., thanks z… bisa juga di mainkan pd keg. organisasi.

  3. Valen berkata:

    peduli hak anak. itu yang tertulis di halaman paling atas blog ini…tapi sayangnya dari foto yang ditampilkan sudah tampak ketidak pedulian saudara akan hak anak.. (kenapa foto anak-anak yang ada di kanan kiri saudara di-BLUR????)

  4. Hasan berkata:

    thanks buat artikelnya kalo ada lagi tolong dikasih tau atau dikirimin. ” TIADA MASA YANG PALING INDAH DALAM HIDUP MANUSIA KECUALI MASA ANAK-ANAK”.

  5. ansahri berkata:

    saya tinggal di banjar baru

  6. dzaky berkata:

    saya senang sekali judul yang tertera pada judul halaman ini, karena kebanyakan orang tidak dapat memberikan hak anak akan tetapi justru hanya memikirkan yang penting dia sudah mengajar tanpa mau mengerti murit yang di ajar sudah faham apa belum………………………………

  7. beb gea berkata:

    tq ya…itu sangat bai skali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s